PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK: PENGERTIAN, KONSEP, DAN KARAKTERISTIKNYA

  • Whatsapp
sumber: https://www.sekolahan.co.id/pengertian-ciri-kelebihan-dan-kekurangan-serta-contoh-pasar-persaingan-monopolistik/

Pasar persaingan monopolistik adalah pasar dengan bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran produk yang serupa tetapi tidak sama. KLIK DISINI!

Di dalam struktur pasar, tentunya kita mengenal banyak bentuk pasar berdasarkan karakteristik persaingannya. Yang mana ada pasar monopoli murni, pasar persaingan monopolistic, pasar persaingan sempurna dan pasar oligopoli. Dimana masing-masing dari bentuk pasar ini mempunyai ciri khas tersendiri juga tentunya. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas salah satu bentuk pasar yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yakni pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition). Dan yang harus diperhatikan dengan baik adalah bahwa pasar persaingan monopolistik ini berbeda dengan pasar monopoli murni. Para ekonom menyebutkan bahwa pasar persaingan monopolistik juga disebut sebagai industri. Dimana terdiri dari banyak perusahaan saling bersaing, namun produk yang dijual berbeda. Pasar persaingan monopolistik juga dipahami sebagai struktur pasar yang menggabungkan unsur pasar monopoli dan kompetitif. Umumnya, pasar kompetitif monopolistik berwujud pasar dengan sistem kebebasan masuk dan keluar. Namun perusahaan yang terlihat bisa membedakan produk dengan ciri khas sendiri. Kurva permintaan dari perusahaan yang sifatnya tidak elastis membuat perusahaan bisa menetapkan harga. Tetapi karena kebebasan masuk, maka perusahaan akan merasionalkan laba yang didapatkan. Sehingga kondisi ini membuat lebih banyak perusahaan memasuki pasar yang mengarah ke lab normal jangka panjang.

sumber: https://www.sekolahan.co.id/pengertian-ciri-kelebihan-dan-kekurangan-serta-contoh-pasar-persaingan-monopolistik/

Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik

Bentuk pasar persaingan monopolistik pertama kali diperkenalkan oleh Edward Chamberlin dan Joan Violet Robinson. Keduanya adalah pakar ekonom Amerika Serikat pada tahun 1930-an. Dibuatnya pasar ini adalah karena ketidakpuasan pada model pasar persaingan sempurna. Yang mana dianggap kurang realistik, contohnya mengenai adanya barang homogen. Dan untuk menemukan pasar persaingan monopolistic ini pun bisa dikatakan semakin mudah ditemukan dalam keseharian. Kita biasa melihat toko yang menjual tas, toko yang menjual berbagai macam baju, dan lainnya. Mungkin setidaknya sedikit mirip, namun mempunyai penekanan berbeda dalam persepsi publik. Sebabnya adalah karena iklan dan nama merek. Adanya produk yang khas ini, maka masing-masing perusahaan mempunyai monopoli mini pada gaya atau rasa atau nama merek. Akan tetapi perusahaan yang membuat produk tersebut juga harus bisa bersaing dengan gaya dan rasa atau nama merek dari produk sejenis lainnya. Pada dasarnya, konsep dari pasar persaingan monopolistik adalah kombinasi monopoli lingkup kecil dan persaingan yang ketat. Kebanyakan perusahaan sekarang ini jika dilihat dari struktur pasar, termasuk ke dalam kategori pasar persaingan monopolistic.

Pasar persaingan monopolistik sendiri memiliki beberapa ciri atau karakteristik yang mudah dipahami. Diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Adanya banyak penjual, meskipun tidak sebanyak pasar persaingan sempurna

Pada pasar persaingan monopolistik tidak ada sati produsen yang mempunyai skala produksi lebih besar dari produsen lainnya.

  1. Barang yang diperjual-belikan mempunyai perbedaan corak

Hal inilah yang membuat berbeda dari pasar persaingan monopolistik dengan pasar persaingan sempurna. Saat barang yang dihasilkan produsen bisa dibedakan dengan produk dari produsen lainnya. Meskipun jenis produknya cenderung sama, tetapi tetap saja bisa dibedakan. Yakni bisa dilihat dari kemasan atau kualitas, bahkan bisa dibedakan dari cara pembeliannya. Perbedaan inilah yang menyebabkan produk dalam pasar monopolistik memiliki sifat pengganti yang dekat (close substitute). Dan bukannya memiliki sifat pengganti sempurna seperti dalam pasar persaingan sempurna.

  1. Terdapat kemampuan penjual memengaruhi harga

Untuk produsen di pasar persaingan monopolistik memiliki kuasa untuk memengaruhi harga. Meskipun tidak sekuat dalam pasar monopoli. Kemampuan ini dapat dilihat dari usaha produsen untuk mempertahankan keistimewaan produk yang dihasilkannya. Sebagai contoh pada industri pembuatan detergen, produk A dikenal karena kelembutannya. Sedangkan untuk produk B dikenal karena memiliki harum yang lebih baik.

  1. Penjual bisa dengan mudah keluar masuk pasar

Ciri-ciri lain dari pasar persaingan monopolistic adalah mudahnya perusahaan lain untuk keluar masuk pasar. Namun perusahaan tersebut tetap harus memiliki syarat kemampuan untuk menghasilkan produk dengan corak berbeda. Dan juga lebih menarik dibandingkan dengan produk sebelumnya.

  1. Adanya kegiatan promosi

Adanya kegiatan promosi menjadi bisa memengaruhi citra masyarakat pada produk dari sebuah perusahaan. Sebab dalam pasar persaingan monopolistik, tidak hanya harga satu-satunya faktor yang memengaruhi minat konsumen. Sebuah perusahaan mungkin menjual beberapa produk dengan harga tinggi, namun tetap masih bisa menarik banyak pembeli. Sebaliknya jika sebuah perusahaan menawarkan harga rendah tetapi tidak banyak menarik banyak pembeli. Hal ini karena barang memiliki sifat berebda corak dan menimbulkan daya tarik berbeda pada pembeli. Sehingga produsen melakukan perbaikan mutu dan desain, iklan, dan lainnya.

Sistem Harga Pasar Persaingan Monopolistik

Harga pada pasar persaingan monopolistik bisa dipengaruhi oleh sebuah perusahaan dengan layanan khusus, merek yang sudah tercipta di konsumen, dan iklan. Untuk menentukan untung dan rugi perusahaan pada pasar persaingan monopolistik sebenarnya hampir sama dengan perusahaan pada pasar monopoli. Yang berbeda hanya pada jumlah permintaan saja.

  • Jangka pendek: Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik mungkin bisa beruntung atau bisa juga merugi.
  • Jangka panjang: Perusahaan dapat mendapatkan laba normal setelah perusahaan-perusahaan terseleksi dengan cara ilmiah.

Selain itu anda juga harus mengetahui kelebihan dari pasar persaingan monopolistik ini terlebih dahulu. Berikut ini beberapa kelebihannya:

  1. Mampu menghasilkan produk yang berbeda corak

Karena bisa menciptakan produk berbeda corak tentunya akan memberikan keuntungan konsumen. Sebab konsumen bisa bebas memiliki produk yang sesuai dengan serela dan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

  1. Distribusi pendapatan dalam masyarakat menjadi lebih merata

Keuntungan produsen dari terbentuknya perusahaan kecil sifatnya adalah normal. Jadi pemilik modal tidak memiliki kekayaan yang berlebih. Sehingga menjadikan kesempatan kerja yang tercipta akan menjadi lebih besar tentunya.

Adanya pasar persaingan monopolistik tidak hanya memiliki kelebihan saja, tetapi juga memiliki kekurangan dalam perekonomian. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Operasinya tidak seefisisen dengan pasar persaingan sempurna

Hal ini karena harganya lebih tinggi, kuantitas produksi lebih rendah dan tidak tercapainya efisiensi. Baik dari segi produk atau alokatif.

  1. Perusahaan tidak memiliki inisiatif dalam melakukan inovasi

Terbatasnya modal dan pasar serta kecenderungan memperoleh keuntungan jangka panjang menjadi penghalang produsen atau perusahaan dalam membuat inovasi.

Konsep dari pasar persaingan monopolistik akan lebih mudah untuk dipahami lewat contoh berikut.

Salah satu contohnya adalah restoran. Restoran sendiri merupakan pasar yang lumrah ada di berbagai tempat. Di setiap daerah ada banyak restoran. Dan di daerah tertentu, kita bisa melihat satu restoran bersaing dengan restoran lainnya. Dimana restoran A menawarkan kualitas makanan, sedangkan restoran B menawarkan harga murah. Begitu juga dengan restoran C menawarkan fasilitas tempat yang baik. Intinya, restoran tersebut sama-sama menjual produk makanan. Namun ada product differentiation yang menjadikan elemen kunci dari sebuah bisnis restoran. Sehingga menjadikan terjadinya persaingan monopolistik. Dari masing-masing restoran tersebut memiliki pangsa pasar tersendiri dengan target konsumen yang sendiri-sendiri. Yang mana sesuai dengan produk pembeda yang ditawarkan oleh sebuah restoran tersebut. McDonald menjadi salah satu contoh perusahaan yang memiliki keterlibatan paling besar dalam pasar persaingan monopolistik. Contoh lain dari pasar ini adalah program televisi. Meskipun tayangannya pada dasarnya sama, tetapi ada pembeda yang menjadikan masing-masing tayangan menjadi khas dan dipilih masyarakat.

Nah itulah pengertian dari pasar persaingan monopolistik, karakteristik, konsep, kelebihan dan kekurangannya. Semoga bisa menambah wawasan untuk anda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *