EKSISTENSI PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA SILA PERTAMA

  • Whatsapp

Cari informasi eksistensi piagam jakarta dan pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang diketahui seluruh bangsa Indonesia diwujudkan pada kehidupan!

Sebagai bangsa Indonesia yang baik tentunya anda paham mengenai eksistensi piagam jakarta dan pancasila, terutama perdebatan sila pertama.  Seperti yang kita ketahui piagam jakarta merupakan dokumen sejarah atau historis yang merupakan hasil kompromi antara pihak agmis, nasionalis.  Yang berada pada Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) demi menjembatani perbedaan antara agam dan juga negara.  Nama lain dari eksistensi piagam jakarta dan pancasila juga dikenal sebagai “Jakarta Charter”.  Piagam Jakarta adalah hasil dari sebuah naskah yang disusun oleh panitia sembilan pada saat persiapan kemerdekaan Indonesia yang disusun pada tanggal 22 Juni 1945.  Proses terbentuknya piagam Jakarta dengan eksistensi piagam jakarta dan pancasila sebenarnya berawal dari terbentuknya BPUPKI tangal 1 Maret 1945.  Awal mula pertemuan sidang persiapan kemerdekaan Indonesia ini mulai tanggal 28 Mei 1945 – 1 Juni 1945.  Yang kemudian selanjutnya dibentuk panitia lebih kecil dari BPUPKI yakni 9 orang dikenal dengan nama Panitia Sembilan.  Tujuan pembentukan panitia sembilan ini untuk merumuskan gagasan-gagasan terkait dasar negara Indonesia setelah merdeka.  Panitia tersebut menyusun naskah yang pada awal mulanya sebagai teks proklamasi kemerdekaan namun mejadi Mukadimah atau pembukaan UUD 1945.  Dan naskah ini yang disebut dengan piagam jakarta dimana memiliki eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama hingga detik ini.

sumber: https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/06/02/o83mzy385-pancasila-sukarno-piagam-jakarta-dan-debat-dasar-negara

Sejarah Singkat Eksistensi Piagam Jakarta Dan Pancasila Sila Pertama Dan Perdebatan Yang Terjadi

Pada awal eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama yang dirumuskan sebagai dasar negara memang begitu terkenal karena terjadi perdebatan.  Dimana adanya rumusan Pancasila dan ditetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila tentunya terdapat pada Piagam Jakarta.  Namun pada rumusan Pancasila yang memang diusulkan beberapa tokoh bangsa ini kemudian dirubah atau ditinjau kembali.  Adapun Panitia sembilan yang mengubah susunan Pancasila hingga timbul eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama, sebagai berikut:

  1. Ketua Ir. Soekarno
  2. Mohammad Hatta Anggota
  3. Mr A.A Maramis Anggota
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso Anggota
  5. Abdoel Kahar Maoezakir Anggota
  6. Agoes Salim Anggota
  7. Achmad Soebardjo Anggota
  8. Wahid Hasyim Anggota
  9. Mr Moehammid Yamin Anggota

Proses terbentuknya eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama tentunya melalui beberapa tahap sidang perumusan dasar negara Pancasila.  Adapun rumusan Pancasila dari beberapa tokoh pendiri Negara Indonesia sebelum terjadi perubahan oleh panitia sembilan pada Piagam Jakarta adalah:

1. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat

2. Soepomo (31 Mei 1945)

  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Mufakat Atau Demokrasi
  • Musyawarah
  • Keadilan Sosial

3. Soekarno (1 Juni 1945)

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalis-me atau Peri Kemanusiaan
  • Mufakat Atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Rakyat
  • Ketuhanan Yang Maha Esa

Hasil rumusan pada sidang pertama BPUPKI yang menghasilkan beberapa rumusan Pancasila diatas dari Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.  Selanjutnya dirundingkan kembali.  Namun menurut Soekarno lima asas itu sebagai pandangan mendasar, filsafat, dan fundamental yang digali dan berasal dari jati diri bangsa Indonesia.  Hasil dari rumusan Pancasila yang belum final ini kemudian dilanjutkan dengan adanya perubahan yang dilakukan panitia sembilan.  Inilah awal mula eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama dimulai.  Yakni bahwa eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila permata diawali dari hasil perubahan rumusan Pancasila panitia sembilan.  Adapun rumusan Pancasila pada piagam Jakarta (22 Juni 1945) oleh panitia sembilan, sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hasil usulan rumusan Pancasila pada piagam Jakarta ini ada sedikit perdebatan dan perubahan pada sila pertama Pancasila Piagam Jakarta.  Ini menjadi awal mula dimana eksistensi piagam jakarta dan pancasila akan dikenang sepanjang masa dan zaman oleh seluruh bangsa Indonesia.  Adapun sila pertama pada Piagam Jakarta yang begitu terkenal eksistensi piagam jakarta dan pancasila, berbunyi:

“Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya”.

Menurut Hamka Haq pada bukunya yang berjudul Pancasila 1 Juni dan Syariat Islam (2011) bahwa sila tersebut dibentuk dari hasil kompromi antara ideologi islam dan ideologi kebangsaan.  Yang mana mencuat selama proses sidang BPUPKI berlangsung.  Tidak hanya itu hasil eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama berdasarkan usulan sejumlah pembicara.  Seperti Ki Bagoes Hadikoesomo yang menilai bahwa kemerdekaan Indonesia diraih berkat perjuangan umat islam.

Akan tetapi argumen tersebut ditanggapi karena dinilai hanya melihat dari sisi bangsa Indonesia yang demografis.  Meskipun memang pada kenyataannya umat islam yang ada di Indonesia mencapai 90% dari jumlah keseluruhan.  Namun jika melihat kondisi geografis negara Indonesia untuk bagian Indonesia Timur tentu komposisinya sangat berbeda.  Penjelasan keberatan akan sila pertama pada eksistensi piagam jakarta dan pancasila disampaikan oleh Muhammad Hatta.  “Sesungguhnya tujuh perkataan ini hanya mengenai penduduk yang beragama islam saja.  Pemimpin umat kristen yang ada di Indonesia bagian Timur keberatan jika tujuh kata sila pertama dibiarkan saja.  Sebab tertulis dalam pokok-pokok dasar negara kita, sehingga menimbulkan sebuah kesan bahwa adanya perbedaan warna negara Indonesia yang beragama islam dan bukan Islam”

Hasil dari tanggapan eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama yang menyatakan keberatan dari rakyat Indonesia bagian Timur ini kemudian dirundingkan ulang.  Terkait dengan rumusan Pancasila terbaru yang menekankan perubahan eksistensi piagam jakarta dan pancasila sila pertama.  Adapun rumusan Pancasila perubahan eksistensi piagam jakarta dan pancasila pada sila kesatu pada tanggal 18 Agustus 1945 yang terkenal hingga saat ini adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Namun ternyata adanya perubahan sila pertama Pancasila pada piagam Jakarta yang membuat tingginya eksistensi piagam jakarta dan pancasila.  Sebagian dari umat islam di Indonesia belum merasa puas dan berusaha tetap memperjuangkan usulan Piagam Jakarta.  Meskipun pada akhirnya semua usulan pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk dasar negara Pancasila yang ditetapkan pada pembukaan UUD 1945 dan dipakai hingga detik ini.  Demi menjaga dan menjalankan dasar pemilihan Pancasila sebagai dasar negara yang paling tepat sesuai dengan kondisi dan jati diri bangsa Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai eksistensi piagam jakarta dan pancasila yang harus anda ketahui lebih detail sebagai sebuah sejarah terbentuknya dasar negara Pancasila.  Bahwa dari adanya eksistensi piagam jakarta dan pancasila pada sila pertama menyatakan bahwa Pancasila dipilih sebagai dasar negara.  Karena sebagai alat pemersatu Bangsa Indonesia yang paling baik sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang sangat pluralistic.

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *